Beranda Wisata Pendidikan Tips

Selasa, 07 Mei 2013

Makalah Sifat Tanah Podsol, Litosol, Planosol dan Grumusol



BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
        Menurut sejarah perkembangan kehidupan manusia, pada mulanya manusia itu hidup secara berpindah-pindah tempat atau sebagai Nomad. Hal ini mereka lakukan dalam rangka mencari sebidang lahan yang baik dan subur untuk melaksanakan pertanian mereka yang masih primitif itu. Pada masa itu, mereka belum menemui kesulitan-kesulitan untuk menemukan sebidang lahan yang baik untuk lingkungan hidupnya. Bertambah majunya peradapan manusia yang sejalan dengan perkembangan pertanian dan disertai perkembangan penduduk yang begitu pesat, memaksa manusia untuk menghentikan kebiasaan mengembara itu. Pada saat itu sebenarnya mereka sudah mulai menghadapi masalah-masalah tanah. Masalah yang sering timbul adalah cara mempertahankan kelestarian kesuburan tanah. Oleh karena itu, munculah orang mempelajari dan mengadakan penyelidikan tentang hal ihwal tanah. Maka munculah ilmu tanah yang mungkin merupakan ilmu yang paling awal dipirkan orang.
       Ada yang berpendapat bahwa sebelum manusia menemui permasalahan tentang dari mana mendapatkan makanan untuk hidupnya, manusia masih tergantung pada lingkungan alam, berburu  atau mengambil makanan dari tanaman yang ada disekitarnya. Tetapi lama kelamaan dengan hadirnya manusia-manusia baru karena tingkat fertilitas yang tinggi, maka dirasa sulit untuk mendapatkan makanan hanya dengan menggantungkan pada lingkungan disekitarnya. Tentu saja ini karena persediaan lebih sedikit dibanding permintaan dan walaupun sebagai nomaden telah mereka jelajahi dari satu daerah ke daerah yang lain yang hasilnya tetap saja, yaitu kesulitan bahan makanan. Di tengah kesulitan itu, manusia itu ditantang untuk berbuat sesuatu yang baik dengan menggunakan daya nalarnya. Tantangan itulah yang membuat manusia berpikir akan upaya pembudidayaan tanaman yang ada disekitarnya dengan cara menanam dan menggemburkan tanah. Merekapun mulai menetap sebagai manusia sedenter, menempati di daerah tanaman pangan yang telah mereka tanam dan mulai saat itulah manusia memperhatikan tentang tanah dan tanaman.
      Di daerah Mesopotamia, tepatnya di lembah sungai Euphrat dan Tigris merupakan daerah yang subur, oleh sebab itu  daerah ini berkembang menjadi daerah pertanian yang luas dan subur. Peradapan manusiapun kian berkembang di daratan Mesopotamia, sehingga lahirlah ragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengagumkan di masa itu. Termasuk di dalamnya perhatian manusia akan tanah yang merupakan faktor penting dalam poduksi pertanian dan kemudian menjadi sorotan khusus. Lalu munculah sederetan pakar seperti Herodutus (200 M) yang mengamati bahwa kesuburan lembah Mesopotamia tanahnya selalu mendapat endapan banjir dan sistem irigasi yang baik. Theoprastus  (300 M), menyatakan bahwa tanah yang subur kaena endapan banjir yang keruh mengandung partikel yang halus, tetapi menanam di tempat yang sama terus menerus dapat menurunkan produksi. Penambahan pupuk kandang atau limbah tanaman dapat memulihkan kesuburan tanah. Perkembangan selanjutnya tanah telah benar-benar diperhatikan sehingga munculah ilmu tanah yang perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang lain.
       Oleh sebab itu , tanah ditafsirkan sebagai lapisan padat terluar dari planet bumi. Lapisan tipis yang hidup ini memiliki ketebalan beberapa centi meter sampai lebih dari dua atau tiga meter, namun demikian sangat mempengaruhi aktivitas di permukaan Bumi. Tanah sangat vital untuk mendukung kehidupan. Tanah menjadi wahana jelajah akar, menyediakan air, udara dan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan. Tanah merupakan rumah bagi jutaan mikroorganisme yang melakukan berbagai aktivitas biokimia, seperti pengikatan nitrogen dari udara sampai pelapukan bahan organik, juga merupakan tempat bagi mikro dan mesofauna termasuk cacing tanah, semut dan rayap yang memakan akar tanaman, organisme lain dan bahan organik. Biodiversitas tanah yang lebih lengkap dijumpai di dalam tanah, bukan di atasnya. Berbeda tempat berbeda pula jenis tanahnya. Tanah beragam dari satu tempat ke tempat yang lain, tidak secara acak tetapi secara sistematis. Tanah di daerah tundra berbeda dengan tanah tropika, tanah di daerah yang terjal berbeda dengan tanah dataran, dan tanah bervariasi dalam jarak yang pendek. Jika kita berjalan dari puncak bukit menuju ke lembah, kita akan menjumpai tanah dengan bentuk dan sifat yang berbeda demikian juga kemampuannya untuk digunakan misalnya sebagai lahan budidaya tanaman atau untuk membangun jalan dan rumah. Keragaman ini mencerminkan posisi yang unik bagi tanah dibandingkan dengan komponen planet bumi lainnya. Tanah adalah penghubung antara atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer
1.2        Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimanakah sifat utama tanah podsol?
1.2.2        Bagaimanakah sifat utama tanah litosol?
1.2.3        Bagaimanakah sifat utama tanah planosol?
1.2.4        Bagaimanakah sifat utama tanah grumusol?
1.3        Tujuan
1.3.1    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah podsol.
1.3.2    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah litosol.
1.3.3    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah planosol.    
1.3.4    Untuk mendeskripsikan sifat utama tanah grumusol.
1.4        Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diambil dari serangkaian materi tersebut adalah :
1.4.1.   Dapat memahami sifat utama dari tanah podsol.
1.4.2.   Dapat memahami sifat utama dari tanah litosol.
1.4.3.   Dapat memahami sifat utama dari tanah planosol.
1.4.4.   Dapat memahami sifat utama dari tanah grumusol.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik link download di bawah ini gratis
DOWNLOAD


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar